| RSS Feed Delicious Facebook Twitter Friendster

Menapaki Koridor Tuhan

.
0 komentar

Lukas 9: 22-23

Menapaki koridor Tuhan bukanlah seperti menapaki koridor Trans Jakarta yang bebas hambatan dan katanya mampu mengurangi kemacetan lalu lintas di ibukota. Bukan juga seperti menapaki rel kereta api yang jalannya sudah disediakan dan sudah diatur sedemikian rupa, ketika kereta melewati relnya bias berjalan mulus dan tanpa hambatan.


Menapaki koridor Tuhan jelas bukanlah jalan yang mulus dan mudah. Hal ini yang diungkapkan oleh Yesus kepada para murid dan orang banyak yang mengikuti Dia. Tuhan Yesus mengubah pandangan orang banyak tentang Dia yang memahami Yesus sebagai mesias atau raja yang membebaskan. Dengan pengajaran dan pelayanan yang Yesus lakukan kepada orang banyak, hal ini semakin membenarkan paradigm mereka tentang Yesus bahwa mengikut Yesus selalu dalam keadaan aman dan tenang. Dalam Matius 16:21-28 lebih diuraikan, ternyata bukan hanya orang banyak atau pengikutnya saja yang berpikir hal demikian, tetapi Petrus sendiri memiliki pemahaman yang sama bahwa mengikut Tuhan adalah suatu jalan yang aman dan mudah. Hal ini melatarbelakangi perkataan Tuhan Yesus yang berkata bahwa “setiap orang yang mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku”(ayat 23). Ketika Yesus menyampaikan hal ini, jelas menjadi pertentangan dengan harapan orang-orang yang mengikut Dia.

Menapaki koridor tuhan, bukanlah jalan aman dan mulus. Ada harga yang harus dibayar, dibutuhkan pengorbanan untuk menguji kesetiaan, sejauh mana kita percaya kepada Tuhan. Hal ini akan menunjukan bagaimana kita taat dan tunduk untuk menapaki hari-hari kita dalam koridor Tuhan. Termasuk dalam keluarga, pekerjaan/usaha, study. Tidak mudah untuk menapaki jalan yang Tuhan kehendaki, ada kerikil yang membuat kita tergelincir, ada batu yang membuat kita tersandung dan jatuh. Seberapa besar kita bersandar dan berharap kepada Dia akan menunjukan usaha yang kita lakukan untuk berjalan bersama Tuhan. Janji bagi orang-orang yang setia untuk berjalan dalam koridor Tuhan akan menerima mahkota kehidupan, kehidupan yang kekal dan tak ternilai harganya.
Soli deo glory

Baca selengkapnya »»

Edward Chen - Yang slalu kuandalkan

.
0 komentar




Di setiap persoalan Kau turut berkerja
Mendatangkan kebaikan bagi hidupku
Di setiap pergumulan kau telah merancangkan
Hari depan yang sejahtera dan penuh harapan

Kau yang selalu ku andalkan
Yang selalu ku nantikan
pertolonganMu kan nyata bagiku

hanya Kau yang selalu ku andalkan
yang selalu ku nantikan
selamaku menyembah mujizat pasti terjadi
Uuooo….,

Di setiap persoalan Kau turut berkerja
Mendatangkan kebaikan bagi hidupku
Di setiap pergumulan kau telah merancangkan
Hari depan yang sejahtera dan penuh harapan

hanya Kau yang selalu ku andalkan
yang selalu ku nantikan
selamaku menyembah mujizat pasti terjadi
Uuooo….,

hanya Kau yang selalu ku andalkan
yang selalu ku nantikan
selamaku menyembah mujizat pasti terjadi

Uuooo…., yeeahh…, ahh..

Kau yang selalu ku andalkan
Yang selalu ku nantikan
pertolonganMu kan nyata bagiku

Sumber : 4shared.com & esukses-lagurohani.blogspot.com

Baca selengkapnya »»

Memenuhi Misi Allah Adalah Hal Mengagumkan

.
0 komentar

Kisah Para Rasul 26:18, 28-19

Albert Schweltzer, seorang peraih nobel perdamaian. Ia adalah seorang Professor Doctor yang mendapatkan anugerah penghargaan sipil tertinggi dari ratu Inggris II pada tahun 1955. Dia mendapatkan tiga gelar Profesor Doctor dalam bidang music, filsafat dan theology diusianya yang ke 27 tahun. Pada tanggal 13 oktober 1905, ia memutuskan pergi ke Afrika untuk melayani orang-orang yang ada disana dengan melepas jabatannya sebagai Directur Theologycal Collage of St. Thomas. Ia akan menjadi dokter dan membawa kasih Kristus ke Lambarene, Afrika tengah. Dia yang telah berhasil dalam hidupnya namun mau melepaskan semuanya itu untuk memenuhi misi Allah. Kekukuhannya untuk memenuhi misi Allah sama dengan Paulus yang kukuh pada pendiriannya dalam melayani Tuhan.


Mereka begitu kukuh dalam pendiriannya, karena mereka telah berjumpa dengan Tuhan secara pribadi. Sebelum berjumpa dengan Tuhan, Paulus adalah seorang yang giat dalam agama Yahudi, giat untuk Tuhan, tetapi semua itu hanyalah rutinitas. Setelah Paulus berjumpa dengan Tuhan, hal itu mengubah banyak hal dalam kehidupan Paulus termasuk cara berpikir siapa itu Yesus, mengubah cara pandang dia terhadap kekristenan dan ia mau memberi diri sepenuhnya kepada Tuhan. Kalau perjumpaan Kristus dengan Paulus dan orang-orang Kristen mengubah hidup mereka, mengubah pola piker, perilaku dan tujuan hidup mereka, bagaimana dengan kita? Apakah kita telah berjumpa dengan Kristus? Atau pelayanan kita selama ini hanya rutinitas saja?

Suatu kebanggaan, sukacita yang luar biasa ketika mendapat kepercayaan Allah untuk melaksanakan seuatu misi Allah. Pertanyaannya, apa misinya? Kita lihat dalam ayat 18:
1. Untuk membuka mata mereka, bukan berarti mereka buta lalu dibuat bias melihat. Pengertiannya adalah membuka mata rohani mereka. Iblis telah membutakan mata mereka dengan realitas hidup yang membuat mereka tinggal di dalam dosa.
2. Supaya mereka berbalik dari kuasa Iblis kepada Allah. Iblis adalah penguasa dunia ini, sehingga semua orang diluar Kristus ada di bawah penguasaan dan perbudakannya. Oleh karena itupemberitaan Injil dengan kuasa Roh Kudus akan membebaskan mereka dan membawa mereka ke dalam kerajaan Allah.
3. Supaya mereka memperoleh pengampunan dosa. Pengampunan dosa diperoleh melalui iman kepada Kristus yang dilandaskan atas kematianNya sebagai korban di kayu salib. Karena hanya di dalam Kristus saja ada berita pengampunan.
4. Mendapat bagian dalam apa yang telah ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan, yang ditentukan bagi mereka yang telah diampuni. Yaitu dilepaskan dari kuasa dosa, dilepaskan dari kuasa iblis.

Ketika kita berjumpa dengan Kristus dan menerima misiNya bukan berarti kita akan lepas dari tantangan dunia ini. Malah disinilah mulai adanya peperangan rohani terjadi, mulai banyak tantangan yang datang karena kita adalah saksiNya. Misi Allah itu harus dikerjakan dengan setia dan Roh Kudus yang akan mengubah hati setiap orang yang mendengar dan melihat kesaksian hidup kita untuk percaya kepada Yesus Kristus.

Mereka bias melihat misi Allah dan melakukan misi Allah itu dimulai dengan perjumpaan dengan Tuhan, yang membuat mereka tetap setia dalam berbagai situasi yang menekan mereka. Kita pun bisa menikmati misi Allah dan melakukan pelayanan dengan sukacita jika kita berjumpa dengan Tuhan.
Soli deo glory

Baca selengkapnya »»

Fandy Idol - Tangan Tuhan Terbuka

.
0 komentar


SEGALA YANG T’LAH TERJADI MUNGKIN KITA TAK DAPAT MENGERTI
MENGAPA TUHAN IZINKAN SEMUA MASALAH SILIH BERGANTI

NAMUN TUHAN TAK MEMBERI PENCOBAAN MELEBIHI KEKUATAN KITA
DEKATKAN DIRI KEPADA-NYA, DIA ALLAH YANG SETIA

REFF :
TANGAN TUHAN AKAN S’LALU TERBUKA
BAGI SEMUA ORANG YANG MEMBUTUHKAN ULURAN TANGAN-NYA
PERCAYALAH DIA TAK AKAN MENINGGALKAN
S’MUA ORANG YANG BERSERU, BERHARAP PADA-NYA

TANGAN TUHAN AKAN S’LALU TERBUKA
DIA MENGERTI SETIAP TETESAN AIR MATA KITA
KUATKANLAH DAN TEGUHKANLAH HATIMU
DATANGLAH PADA-NYA S’BAB TANGAN TUHAN S’LALU TERBUKA


Sumber : Kidung.com & 4shared.com

Baca selengkapnya »»

Dipanggil Untuk Memberkati

.
0 komentar

1 Petrus 3:8-12

Hidup Kristen tidak lepas dari panggilan, dipanggil dari lumpur dosa, dipanggil percaya, hidup kudus, melayani dan sebagainya. Pertama kali Adam dan Hawa dipanggil untuk menciptakan harmoni ( mengelolah, mengusahakan dan sebagainya). 1 Petrus 3:9 mengatakan bahwa kita dipanggil untuk memberkati, tetapi kita berada dalam natur berdosa, dipanggil Tuhan untuk melakukan pekerjaanNya, memakai kita itu adalah anugerah.


Bagaimana dapat memberkati? Yaitu dengan cara :
a. Dengan hati yang hancur datang kepada Tuhan
b. Hari lepas hari minta tuntunan Tuhan

Kalau tidak hati-hati, yang kita lakukan hanyalah suatu aktifitas-aktifitas social yang tidak ada artinya dihadapan Tuhan. Seperti dalam 1 Korintus 13:3 … sekalipun bagi segala sesuatu, bahkan memberi nyawa tidak ada gunanya. Untuk itu ada beberapa hal yang penting untuk dapat memberkati orang lain :

1. Memiliki identitas rohani
Ayat 9 … jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, caci maki dengan caci maki. Berarti hidup Kristen itu berbeda dengan orang lain, dengan kata lain memiliki identitas yang berbeda dengan tidak Kristen. Identitas itu adalah sesuatu/karakter yang melekat pada diri kita. Tetapi sebelum Petrus bicara ayat 8, Petrus menguraikan ayat 1-7 berbicara mengenai hubungan suami istri, orang tua – anak. Menyatakan bahwa wilayah domestic/keluarga itu adalah dasar untuk hidup menjadi berkat. Kalau tidak bisa menunjukan identitas rohani, maka akan sulit Saudara menjadi berkat kepada dunia yang luas.

2. Prinsip hidup Kristen adalah memberi bukan menerima
Ayat 9b … tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati karena untuk itulah kamu dipanggil. Hidup Kristen itu berbeda dengan tidak Kristen, kadangkala terbalik dari dengan dunia ini. Orang Kristen itu spiritnya memberi bukan menerima. Selama pelayanan Yesus selalu member, tidak pernah berpikir untuk mendapatkan sesuatu dari apa yang Ia kerjakan. Ia member makan ketika orang lapar, Ia menyembuhkan, Ia menolong orang yang sakit, bahkan Ia memberikan nyawa dan mati untuk orang berdosa.

3. Tuhan mengarahkan diriNya kepada orang yang memberkati
Ayat 9c … adalah suatu kabar bahagia karena kita juga dipanggil untuk memperoleh berkat (berkat dari Allah). Setiap orang percaya telah diberkati. Ayat 12 mata Tuhan tertuju kepada orang benar, telinyaNya kepada yang berdoa. Petrus menggambarkan mata dan telingan sebagai indera yang paling penting, mau mengatakan bahwa orang yang menjadi berkat itu tidak akan luput dari pengawasan dan berkat Tuhan.

Soli deo glory

Baca selengkapnya »»

Kerinduan Berjumpa Dengan Tuhan

.
0 komentar

Ayub 42:1-6

Dalam narasi Alkitab sering ditemukan cerita tentang satu peristiwa dan pesan peristiwa itu, misalnya seperti Ayub dalam perikop kita. Dipasal satu diceritakan Ayub adalah orang saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan, tetapi Tuhan mengizinkan ia mengalami kesusahan dimana semua keluarganya, anak-anak serta istrinya bahkan hartanya lenyap semua. Ketiga sahabatnya pun Elifas, Bildad dan Zofar mempersalahkan Ayub. Kerinduannya berjumpa dengan Tuhan terhambat karena “ hanya kata orang saja ia mendengar Tuhan “, sampai kemudian Tuhan berbicara dan menyanyai Ayub tentang alam, kuda nil dan buaya. Dari dua gambaran binatang itu Tuhan menyatakan kuasaNya kepada Ayub, sehingga Ayub berkata, “ ……. Sekarang mataku sendiri memandang Engkau”.


Narasi mengenai Ayub mengisahkan tentang penderitaannya, sedangkan pesannya adalah tentang pengalaman pertemuannya dengan Tuhan. Banyak peristiwa dalam kehidupan kita sehari-hari yang mengandung pesan yang penting, tetapi sering kita terjebak hanya pada peristiwanya. Misalnya seorang kakek yang sudah agak rabun, setelah melihat kiri kanan, ia menyeberang jalan, sebuah mobil dengan kecepatan agak tinggi hamper menabraknya. Tetapi tiba-tiba ada seseorang yang menarik tanganya dan ia selamat. Kemudian kakek itu bersaksi, ia bersyukur telah ditolong Tuhan sehingga terbebas dari bahaya. Dalam cerita di atas, peristiwanya adalah satu cerita, tetapi pesannya adalah melalui peristiwa itu ada satu pengalaman berjumpa dengan Tuhan. Pengalaman berjumpa dengan Tuhan itulah yang penting dalam cerita itu bukan ceritanya.

Aplikasi : apapun peristiwa yang kita alami, jangan terjebak hanya melihat dan terfokus pada peristiwanya atau kejadiannya, melainkan bagaimana pengalaman berjumpa dengan Tuhan terjadi disana dan kuatnya kerinduan berjumpa dengan Tuhan di dalam peristiwa itu.
Soli deo glory

Baca selengkapnya »»

Andalkan Yesus

.
0 komentar

Matius 8:23-27

“ Ia berkata kepada mereka: “ mengapa kamu takut, hai kamu yang kurang percaya? “ lalu bangunlah Yesus membentak angin dan danau itu, sehingga danau itu menjadi teduh sekali “. (Matius 8:26)

Anak saya Sam, tidak dapat memejamkan matanya. Suara tikus yang berlali di langit-langit kamar membuatnya takut. Saya mengingatkannya tentang cerita Yesus meredakan angin rebut. Segera setelah itu Sam berteriak sambil mengangkat tangannya, “Yesus tolong, tikus pergi!” Sam memandang saya, sambil tersenyum ia berkata, “ Ma, Yesus pintar. Tikusnya pergi! “ Hanya dengan mengingat satu cerita itu, Sam yankin bahwa Yesus juga berkuasa mengatasi tikus-tikus yang menggangunya.

Banyak orang menuntut bukti untuk dapat memercayai Tuhan. Namun, jika kita mau jujur, melimpahnya bukti tidak menjadi imbalan bahwa seseorang akan lebih percaya kepada Tuhan. Ini masalah hati. Murid-murid Yesus, misalnya. Mereka bukan hanya mendengar satu cerita, tetapi menyaksikan langsung berbagai mujizat yang dilakukan Yesus (lihat ayat 1-17). Toh, begitu angin ribut mengamuk dan gelombang menerpa, mereka dilanda ketakutan yang sangat. Ketika mereka datang minta tolong, Yesus menegur mereka (ayat 25-26). Yesus tahu bahwa hati murid-murid lebih dikuasai ketakutan daripada keyakinan akan kuasaNya.

Alam semesta dan Alkitab dipenuhi berbagai kesaksian akan keajaiban karya Tuhan. Demikian pula kehidupan orang-orang percaya, termasuk Anda tentunya. Seberapa banyak kita menyimaknya? Tuhan tidak berubah. Dia memegang kendali atas kehidupan, dulu, sekarang dan selamanya. Masalah apa yang membuat Anda terombang-ambing dalam ketakutan hari ini? Ingatlah siapa Tuhan dan serahkanlah masalah Anda kepadaNya. Anda dapat mengandalkaNya. SWS

KUASA YESUS TIDAK PERLU DIRAGUKAN
APAKAH ANDA MEMERCAYAINYA?

Sumber : renungan harian edisi 06 januari 2012

Baca selengkapnya »»
 
| Copyright© 2007-2011. Gepekris Poris Indah Tangerang . All rights reserved |
Powered by Blogger.com | Template by o-om.com | Edited by Jonny
Sekretariat : Jl. Poris Indah raya Blok CP IV no 11 Tangerang